|
Kajian Teori Gua Sunyaragi |
|
Ditulis oleh ynbs
|
|
Halaman 4 dari 7 Macam –macam Gua yang ada di SUNYARAGI Gua Sunyaragi Cirebon 1. Gua Pengawal 2. Gua Pande Kemasan 3. Gua Simayang 4. Bangsal Jinem 5. Gua Pawon 6. Mande Beling 7. Gua Lawa 8. Gua Padang Ati 9. Gua Kelanggengan 10. Gua Peteng 11. Bale Kambang 12. Gua Arga Jumut Induk seluruh gua bernama Gua Peteng (Gua Gelap) , gua ini memang keadaannya sangat gelap sekali, makanya dinamakan gua peteng. Dulu, para pangeran dan para sultan banyak lelaku (bersemedi ), dan lelaku-lelaku itu biasanya dilakukan di Gua Peteng.
Selain itu ada Gua Pande Kemasan yang khusus digunakan untuk bengkel kerja pembuatan senjata sekaligus tempat penyimpanannya. Perbekalan dan makanan prajurit disimpan di Gua Pawon. Gua Pengawal yang berada di bagian bawah untuk pusat para prajurit yang bertugas mengawasi keadaan Tamansari dan sebagai tempat berjaga para pengawal. Saat Sultan menerima bawahan untuk bermufakat, digunakan
Bangsal Jinem, tempat ini biasanya dipergunakan sebagai tempat pertemuan tamu-tamu keraton yang mengunjungi tamansari. akan tetapi kala Sultan beristirahat di Mande Beling.
Balai Kambang, adalah suatu bangunan dengan luas 25 meter persegi, yang menurut ceritanya, bangunan ini zaman dulu dikelilingi oleh air. Sehingga para tamu bisa langsung masuk dari pintu pertama langsung menuju Balai Kambang dengan menggunakan perahu. Kemudian para abdi keraton menyambut tamu yang hadir dengan menabuh gamelan diatas Balai Kambang. Terus menyusuri gua, kemudian kita akan sampai di Gua Padang Ati, (Hati Terang) adalah tempat semedinya para Pangeran mencari petunjuk Sang Ilahi, terutama jika sedang ada suatu permasalahan. Di sebelahnya adalah
Gua kelanggengan, gua ini dipercaya sebagai tempat yang dapat melanggengkan pernikahan keluarga, atau seseorang yang ingin segera mendapat jodoh. Gedung Penembahan, yang terdiri dari ruang kaputran-tempat bersoleknya para Pangeran, dan ruang Kaputren-tempat bersoleknya para Putri Keraton.
Kaputran. Di gua Sunyaragi Ini ada yang namanya menara pengawas yang berfungsi sebagai memantau keadaan. Luas situs ini kurang lebih 1,5 Ha, dan merupakan peninggalan para Sultan Cirebon. Menurut buku Purwaka Carabuna Nagari karya Pangeran Arya Carbon, Tamansari Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 M oleh oleh Pangeran Kararangen. Sedang Pangeran Kararangen adalah nama lain dari Pangeran Arya Carbon sendiri. Tamansari Sunyaragi telah beberapa kali mengalami perbaikan, yang pertama adalah; pada tahun 1852 M yaitu zaman pemerintahan Sultan Syamsudin IV, setelah dilanda kerusakan oleh serangan Belanda pada tahun 1787 M, bangunan ini direnovasi untuk yang pertama kali. Yang kedua adalah pada tahun 1937 - 1938 M pernah dipugar oleh Pemerintahan Belanda yang pelaksanaannya diserahkan kepada seorang petugas Dinas Kebudayaan di Semarang, Krisjnan namanya
|